Mengenal Sejarah Kota Madinah
Madinah adalah kota suci yang dijadikan tempat hijrah Rasulullah SAW pada tahun pertama hijriah. Dulunya kota ini bernama Yatsrib. Setelah Rasulullah memasukinya, kota ini dijuluki “Madinatur Rasul”. Lambat laun, orang – orang akhirnya menjuluki kota ini sebagai al – Madinah.
Saat itu kaum Ansor di Madinah sangat menyambut kedatangan Rasulullah SAW dan kaum Muhajirin (mereka yang berhijrah). Di sinilah kaum muhajirin akhirnya mendapatkan tempat tinggal baru, mereka yang belum menikah pun akhirnya menemukan pasangannya di kota Madinah, dan hidup lebih tenang di kota ini.
Rasulullah SAW menetap di rumah Abu Ayub Al Anshari selama beberapa bulan. Di sinilah akhirnya Rasulullah membangun masjid Nabawi dengan tangannya sendiri. Lokasi dari masjid ini terletak di atas tanah milik As’ad bin Zurrah, sebagian lainnya merupakan milik dari 2 anak yatim yaitu Sahal dan Suhal, dan sebagian sisanya adalah tanah kuburan Musyrikin yang dalam kondisi yang rusak. Tanah kuburan dan tanah milik As’ad bin Zurrah di wakafkan untuk masjid, sedangkan tanah milik kedua anak yatim tersebut dibeli dan di bayar oleh Abu Bakar RA.
Masjid Nabawi awalnya dibangun dengan sederhana, tanpa hiasan, tanpa alas tikar dan juga hanya mempunyai penerangan sederhana di malam hari.
Kemudian di samping dari masjid Nabawi dibangunlah rumah Nabi Muhammad SAW. Rumahnya pun tidak besar, sangat sederhana. Jangankan untuk ukuran pemimpin, untuk ukuran dari rakyat jelata, rumah Rasulullah sangatlah sederhana. Disinilah juga Rasulullah SAW dimakamkan di samping kedua sahabatnya Abu Bakar Ash Shiddiq dan Umar bin Khattab.
Pasca kedatangan Rasulullah SAW, kota ini menjadi sangat pesat perkembangannya. Terlebih di bidang ekonomi dan sektor budaya. Kerukunan antar masyarakat Madinah yang saat itu masih terdapat kaum Yahudi terakomodasi secara baik. Piagam Madinah dirancang dan berhasil mengatur hak dan kewajiban masyarakat.
Penyebaran ajaran agama Islam juga semakin tersebar luas di seluruh penjuru jazirah Arab. Begitu pula sepeninggal Nabi Muhammad SAW di usia 63. Kepemimpinan kota Madinah diteruskan oleh Khulafaur Rasyidin dengan tetap menjaga risalah dan warisan ilmu dan keimanan dari Nabi Muhammad SAW.
Banyak perpindahan kekuasaan yang terjadi di kota ini sepeninggal era Khulafaur Rasyidin. Hingga pada akhirnya al - Madinah al – Munawwarah masuk ke dalam kawasan kerajaan Arab Saudi.
Nah, panjang juga ya sejarah dari kota Madinah ini. Tapi ini hanya sedikit cerita tentang kota ini lho. Masih banyak lagi hal – hal dan keutamaan kota Madinah yang bisa Anda ketahui lebih lanjut.